oi....oi...oi my pren..........
Mimpi adalah fenomena unik. Bagi pemerhati pergerakan pikiran tentu
paham penyebabnya. Sebetulnya ada 2 faktor penyebab timbulnya mimpi.
Faktor pertama adalah internal, berkaitan dengan diri sendiri, baik secara fisik maupun mental.
Faktor kedua adalah eksternal, berkaitan dengan luar faktor2 alam ataupun makhluk lain.
Untuk faktor internal, penyebabnya adalah
1. Kesehatan jasmani dan keseimbangan elemen tubuh.
Misalnya: orang sakit demam tinggi cenderung mimpi yang aneh2. karena
pikiran ingin menggambarkan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam
tubuh, berhubung kesadaran orang sakit cenderung lemah maka pikiran
menggunakan media visual untuk memperjelasnya. Pikiran ingin
menggambarkan betapa kacaunya sistem di dalam tubuh, maka muncullah
bentuk2 yang kacau dan tidak beraturan dsb. Dominan unsur angin
menimbulkan aneka mimpi2 gelisah yg tidak nyambung. Dominan unsur padat
menimbulkan aneka mimpi tertekan dan ketakutan, lorong-lorong dsb.
Dominan unsur air menimbulkan aneka mimpi percintaan atau komunikasi dg
orang2 serta tempat2. Dominan unsur api menimbulkan mimpi melayang,
heroik, perkelahian, dan perdebatan dsb.
Bila kita mengalami sakit, itu berarti elemen tubuh tidak seimbang dan
terjadi dishamonisasi, mimpi yang timbul bisa beraneka macam tergantung
unsur dominan atau penggabungannya.
2. Perubahan aktifitas organ.
Misalnya: bila sebelum tidur kita banyak minum dan lupa pipis, maka saat
subuh/tengah malam kandung kemih penuh dan kita kebelet pipis. saat itu
karena kita sedang tidur pulas dan kesadaran lemah, maka pikiran
memperjelasnya dengan membuat gambar seolah kita berada dibawah pohon
pisang sedang menurunkan resleting. coba bayangkan apa yang terjadi bila
itu tidak segera disadari? JEMUR KASUR DAN CUCI SELIMUT. atau misalnya
kaki kita bergerak secara mendadak, maka kita akan bermimpi seperti
tersandung, jatuh dsb.
Bila kita habis kelelahan berjalan jauh, maka mimpinya seolah dikejar
anjing/orang dan tidak bisa berlari. Bila kita habis kelelahan bekerja,
maka mimpinya seolah dipukuli orang atau memikul benda berat dsb.[b]
3. Ingatan-ingatan. Bila ada kejadian yang cukup mengesankan dalam
kejadian sehari2, itu akan terekam dan dapat muncul sebagai mimpi.
Sebagian adalah ingatan kehidupan lampau (bagi yang meyakini
reinkarnasi, bila tidak anggap saja bunga tidur). sebagian adalah
kejadian yang dialami belum lama.
4. Emosi2 berupa ketakutan, harapan, kebahagiaan, kesedihan.
Aktifitas emosi yang kuat dapat muncul ke dalam mimpi. penggambarannya
bisa berlawanan ataupun sejalan dengan emosi kuat yang sedang
mempengaruhi kita. Misalnya kita berharap memiliki ferrari, yang muncul
di mimpi malah gerobak/delman dsb. Bila kita menyembunyikan suatu
kebenaran dan takut diketahui, maka mimpinya malah kebenaran itu
diungkap oleh kita sendiri dsb.
Faktor2 eksternal penyebabnya adalah:
1. Aktifitas sekitar tempat tidur, lingkungan, dan alam.
Siapakah yang memberitahukan saat kita ada di tepi tempat tidur dan akan
terjatuh? mendadak kita bermimpi sedang dipinggir jurang dalam atau
tepi sungai. dan bila kita melompat maka kita terjatuh dari ranjang.
pikiran tanpa disadari sudah merekam aktifitas dan membuat ukuran2
sebelum kita tertidur. saat ada orang mengetuk pintu maka kita bermimpi
ada yang memanggil kita. saat jendela terbuka dan ada suara berderik
maka kita bermimpi mendengar mercon/bunyi berisik lainnya. saat kilat
menyambar2 maka kita bermimpi melihat cahaya dari kejauhan. dsb
2. Tanda alam dan makhluk halus.
Untuk yang makhluk halus misalnya kita bermimpi kedatangan orang tua
atau keluarga yang sudah meninggal dan mereka minta kita melakukan
sesuatu. tetapi ini juga harus dibedakan dengan halusinasi yang dipicu
oleh ketakutan kita akan situasi di tempat tertentu atau seseorang dsb.
http://penuliz.blogspot.com/2011/10/penyebab-munculnya-mimpi.html
Minggu, 21 April 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar